Ada momen-momen tertentu dalam hidup yang rasanya kecil, tapi sebenarnya punya makna besar. Salah satunya terjadi pada tanggal 25 April 2026, Hari ini.
Tadi Pagi, Orlyn Qoonitah melangkah ke babak puncak Lomba Bidang Studi Kimia (LBSK) XXII yang diselenggarakan oleh FMIPA UNTAN. Lokasinya cukup “wah” untuk sebuah lomba akademik—di Gaia Bumi Raya City Mall. Suasana ramai, penuh energi, dan tentu saja… penuh harapan.
Perjalanan menuju titik ini bukan sesuatu yang instan. Dari tahap kualifikasi hingga bisa berdiri di antara peserta terbaik, itu sudah jadi pencapaian tersendiri. Tidak semua anak berani mengambil tantangan seperti ini, apalagi di bidang yang cukup “serius” seperti kimia.
Sebagai orang tua (atau sebagai orang yang ikut menyaksikan perjalanan ini), rasanya campur aduk. Bangga? Jelas. Deg-degan? Pasti. Apalagi ketika melihat Orlyn duduk di antara peserta lain yang sama-sama hebat.
Babak puncak itu berjalan cepat, tapi terasa lama. Setiap soal, setiap detik, seperti menentukan segalanya.
Dan akhirnya… hasilnya keluar.
Orlyn belum berhasil.
Kalau ditanya kecewa? Ya, tentu ada. Itu manusiawi. Tapi yang menarik, justru bukan di situ letak ceritanya.
Karena kalau dipikir-pikir, kegagalan ini bukan akhir. Ini bagian dari proses. Justru dari sini biasanya karakter terbentuk—bagaimana seseorang merespon ketika hasilnya tidak sesuai harapan.
Yang lebih penting, Orlyn sudah sampai di titik ini. Sudah berani mencoba. Sudah membuktikan bahwa dia mampu bersaing. Dan itu bukan hal kecil.
Banyak orang tidak pernah sampai ke tahap ini, bukan karena tidak mampu, tapi karena tidak pernah mencoba.
Hari itu mungkin tidak berakhir dengan piala. Tapi tetap membawa sesuatu yang lebih berharga: pengalaman, keberanian, dan pelajaran.
Dan siapa tahu… ini hanya satu langkah kecil menuju pencapaian yang lebih besar di masa depan.
Karena cerita seperti ini biasanya belum selesai di satu bab saja.
Komentar
Posting Komentar